AuPair = Nanny atau TKW???

Hallo lagi! Apa kabar? Kali ini aku akan tulis blogku dalam bahasa Indonesia ya karena aku dapat cukup banyak pertanyaan dari Indonesia tentang program AuPair di Jerman. Aku akan jawab pertanyaan seputar AuPair satu per satu di bawah ini. Selamat membaca :)


  • AuPair ada batas usianya gak sih?

Sebenarnya jika kamu sudah berusia 18 tahun ke atas, kamu bisa mendaftar program AuPair. Tetapi secara pribadi aku tidak terlalu menyarankan kamu untuk AuPair jika kamu masih berusia 18-19 tahun. Kenapa? Karena bisa jadi kamu belum siap untuk tinggal di negara orang sendirian dan "mengurus hidup orang lain". Sebagai AuPair tentunya kamu akan punya tanggung jawab kerja dan aku rasa akan lebih baik jika kamu mengikuti program ini saat usia kamu sudah 21 tahun ke atas sehingga mental kamu akan lebih mantap lagi.

Untuk batas usia maksimalnya sebenarnya untuk pengajuan visa AuPair masih bisa hingga usia 27 tahun, tetapi biasanya akan lebih mudah mencari Gastfamilie jika usia kamu maksimal 25 tahun.


  • Apakah AuPair hanya bisa di Jerman saja? atau bisa di negara-negara lain?

Sebetulnya program ini ada di banyak negara, tidak hanya di Jerman saja. Tapi tentu saja ketentuan dan persyaratan dokumen untuk tiap negara berbeda-beda dan untuk saat ini aku hanya bisa menginformasikan AuPair yang Jerman saja. Tapi kalau kamu mau cari-cari di negara lain bisa banget kok, kamu bisa cari lowongan di : https://www.aupair.com


  • Ikut program AuPair ada biayanya gak ya?

Nah, sayangnya sekarang ini jarang sekali ada Gastfamilie yang mau menanggung biaya kamu sebelum sampai di Jerman, seperti untuk tiket pesawat, visa, dll. Untuk itu kamu perlu menyiapkan sedikit uang saku untuk menuju Jerman. Jika dihitung kurang lebih seperti ini :

Tiket 1x jalan : IDR 7.000.000,00

Visa . IDR 1.000.000,00

Asuransi : IDR 600.000,00

Tiket Flixbus : IDR 500.000,00


Total : IDR 9.100.000,00


Tapi ini tentunya hanya perhitungan kasar saja ya, kamu bisa juga membicarakan perihal biaya ini dengan Gastfamilie kamu, siapa tau mereka mau menanggung sebagian :D


  • Apa sih yang bisa didapatkan kalau AuPair?

Salah satu hal penting dalam pembelajaran bahasa asing adalah "die Kultur erleben" atau merasakan budayanya. Aku sudah merasakan sendiri bahwa beberapa bulan di Jerman sangat membantu pemahaman dan kelancaran bicara bahasa jerman karena kalau langsung di negaranya kan kita seakan "dipaksa" untuk harus bicara bahasanya untuk bertahan hidup.


Kamu juga diperbolehkan untuk mengikuti kursus bahasa selama menjadi AuPair dan biayanya akan ditanggung oleh Gastfamilie. Tetapi kamu harus perhatikan juga ya, ada beberapa Gastfamilie yang tidak mau AuPairnya mengikuti kursus bahasa selama program, jadi alangkah baiknya jika kamu bertanya juga saat interview online.


Per bulannya kamu akan mendapatkan uang saku sebesar 250 hingga 300 euro. Gastfamilie kamu juga akan menyiapkan tempat tinggal yang dapat kamu tempati selama di sana, entah itu sebuah kamar di rumah Gastfamilie, sebuah rumah kecil yang terpisah dari rumah Gastfamilie, ataupun mereka akan menyewakan sebuah tempat tinggal / Wohnung untuk kamu.


Selain itu tentu kamu bisa membangun relasi dan mencari teman baru atau siapa tau bisa dapat jodoh juga di sana kan hahahaha



  • Tugas jadi seorang AuPair itu apa aja?

Pada dasarnya tugas AuPair adalah untuk menjaga anak. Jika anaknya masih bayi, biasanya Gastfamilie akan lebih menyukai AuPair yang sudah memiliki pengalaman dalam mengurus anak karena harus membantu memandikan, mengganti popok, menyuapi, dll. Jika anaknya sudah lebih besar, biasanya tugas AuPair adalah menyiapkan hal-hal di pagi hari, mengantar dan menjemput anak sekolah, dan menemani belajar. Ada beberapa Gastfamilie yang juga meminta bantuan untuk melakukan pekerjaan rumah kecil, ada juga yang melarang kita untuk melakukan pekerjaan rumah karena sudah ada orang lain yang ditugaskan untuk itu. Ada juga beberapa yang mensyaratkan bahwa AuPairnya harus menyukai binatang dan bisa merawat binatang peliharaan.



  • Kalau kayak gitu berarti AuPair itu jadi nanny atau baby sitter dong ya? Semacam TKI gitu?


Tidak sedikit orang yang "gengsi" menjadi AuPair karena stigma yang melekat adalah jadi "nanny" atau "baby sitter" atau bahkan "TKI". Inti tugasnya memang betul sama, yaitu mengurus anak-anak, tetapi yang membedakan adalah nanny atau TKI/TKW biasanya mendapatkan pelatihan kerja terlebih dahulu dan tujuan utamanya memang untuk bekerja. Sedangkan AuPair biasanya lulusan sekolah maupun universitas yang tidak mendapatkan pelatihan kerja mengurus anak dan bertujuan untuk pertukaran bahasa dan budaya serta mencari pengalaman hidup di luar negeri.


Program AuPair ini hanya bisa kamu ikuti 1x saja seumur hidup. Kamu bisa memilih durasi AuPair antara 3 bulan hingga 1 tahun.



Semoga informasi di atas dapat membantu kamu dan lebih menetapkan pilihan kamu untuk AuPair ya. Ayo, sampai kapan mau gengsi gengsi terus? Kesempatan gak datang dua kali loh;)


Kalau kamu butuh teman untuk merencanakan AuPair kamu, aku sarankan untuk menghubungi Karirhaus Indonesia karena mereka akan membantu kamu menemukan program yang cocok dan mendampingi kamu selama prosesnya tanpa dighosting.


Yuk langsung aja kepoin instagramnya Karirhaus Indonesia di : https://www.instagram.com/karirhaus/